Jumat, 21 Agustus 2015

RINDU KATA SAYANG



Merindukan sebuah kasih sayang yang dulu pernah tercurahkan, aku hanya ingin kebahagiaan dalam hidupku. Aku ingin dicintai seperti mereka yang mencintai dan dicintai. Apa aku tak pantas untuk mendapat kebahagiaan seperti orang-orang mendapatkan dan merasakan, apakah ini takdirku harus menjalani hidup tanpa dicintai dan disayangi.

Jika aku dapat memilih, aku tak ingin hadir di dunia ini, sudah cukup rasa sakit yang ku rasa. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir. Aku rindu kata sayang yang setiap kali terdengar ditelingaku, kini yang ku dengar hanya caci dan makian yang terlontar padaku.

Tuhan! Andai Kau sudi, kirimkan aku penjaga hatiku yang senantiasa ikhlas denganku. Membimbingku dengan kelembutan, kasih sayang yang ikhlas untukku. Selama ini aku hanya mencintai tanpa dicintai.

Senin, 03 Agustus 2015

AKU BUKANLAH SIAPA-SIAPA




Kuterdiam,
Kupejamkan mata,
Kuingin sembunyi darimu,
Tak tahan kumelihat…

Tertahan semuanya di hati,
Kuingin kau selalu ada disampingku,
Menemaniku dengan tawamu,
Mengisi hidupku dengan senyummu,
Menerangi hidupku dengan kehadiran,
Memendam pahit hidup yang silih berganti….

Kau menyilaukanku dengan cahayamu,
Ingin kugerakkan tubuh yang terlumpuhkan olehmu.
Namun,
Apa daya
Aku bukanlah apa-apa,
Aku hanyalah setitik embun dingin di malam yang singkat,-
Dan kau merubahku dengan kehangatanmu…

Tapi apa yang kupunya,
Aku hanya embun yang berpindah dari ufuk timur ke barat,
Aku ini lemah hanya ikut angin bertiup…
Tapi kau menarik semuanya’
Ingat kesekian pengagummu?.?
yang selalu ada di sekelilingmu dan perlahan-lahan mendekatimu?,?
Aku hanya bisa diam.,.,




Kenapa ku begini?
Kenapa hidupku begini?
Kenapa aku harus denganmu yang sudah jelas aku tak bisa?
Memendam rasa ini hanya membuatku menderita,
Mungkin kau tahu,
Mungkin juga tidak!
Namun hanya satu yang pasti,
Aku tak pantas untukmu,
Kau terlalu sempurna untukku…

Lepaskan aku dari belenggumu,
Apapun caranya,
Kalau perlu tusuk saja aku dengan pisau…
Kalau ini satu-satunya cara untuk membuktikannya.
Aku takut aku hanya membuat cahaya mu meredup bila kau bersama ku…
Walaupun aku sendiri bingung apa yang ada di hatimu,
Terkadang kau membuatku merasa untuk maju,
Tapi terkadang kau seperti mengusirku…
Sekarang apa yang kau inginkan dariku…
Walau berarti menghancurkan hidupku sendiri.

Selasa, 14 Juli 2015

DUSTA YANG NYATA




Telah aku menduga, dia tak pernah mencintaiku. Kenyataan ini menghujam seluruh jiwa ragaku. Memusnahkan segala rasaku. Sepertinya aku telah mati.
Dusta yang nyata yang ku terima dari perjalanan cintaku, aku terjatuh dalam kelemasan. Namun inilah jalan yang kupilih yang tanpa harus aku sesali, kini yang kudapatkan kenyataan pahit yang menyakitkan, dirimu tak seperti yang ku kira, engkau seorang pendusta.

Hatiku diambang jurang kehancuran, menahan perih sesakkan dadaku. Suram, hilang semangat hidupku, menjadi kelabu, aku berjalan dengan satu kaki, dan aku terus terjatuh, menyusuri lorong yang gelap tanpa cahaya.
Hatiku terluka, hasrat jiwaku telah mati, lalu apa yang harus aku pertahankan.

Hidup dalam kesakitan, dalam kekejaman manusia pendusta. Hatiku tercabik-cabik, seluruh nafasku hendak berhenti. Detak jantungku tak lagi dapat aku rasakan. Tiada kedamaian dalam hati, tiada sang penyejuk jiwa dalam kalbu. Gersang, tandus, dan kekeringan, walau setiap detik hujan membasahi, tetap ianya selalu tandus.

Kamis, 07 Mei 2015

KECEWA ITU ADA

Mungkin tak'kan ada orang yang tau tentang semua isi hatiku, rasa kecewa itu ada, tapi mereka tak akan pernah tau rasa kecewaku. Seharusnya hari yang bahagia untukku, tapi entahlah ku rasa itu bukan. Mungkin hampir semua orang itu adalah moment yang paling indah, yang paling spesial, yang setiap orang pasti merasakan moment itu, tapi untukku, mereka beri kekecewaan padaku. Lalu kepada siapa aku mengadukan tentang segala rasaku. Entahlah.

Acara yang ku nanti-nantikan dalam hidupku tak seperti yang ku ingini, entahlah. Mungkin aku tak pantas untuk mendapatkan semua itu. Yah aku ga papa. Biarkan semua rasa ku simpan sendiri. Cukup hatiku yang merasakan.

Yah sudah ku bilang aku ga papa. Akan ku hadapi semua ini dengan senyuman, senyuman kekecewaan.

Jumat, 17 April 2015

DUNIA MENYAKITIKU





Tiap tetesan airmataku itulah rasa bahagia dan sakitku, entahlah bahagia hadir hanya sesaat lalu pergi lagi. Aku juga sama ingin seperti mereka yang bisa merasakan kebahagiaan, ataukah bahagia hanya milik mereka, sedang aku tak dapat merasakan kebahagiaan seperti mereka. Terlalu sakit kisah hidupku, dunia telah menyakitiku, sekali kebahagiaan itu menghampiriku, namun berakhir dengan kekecewaan.


Hadirku di dunia ini tak diharapkan, sakit aku menjalani semua ini. Entahlah mungkin aku terlahir untuk selalu menangis. Sedari kecil hidupku tak ada kebahagiaan yang sempurna, hingga beranjak dewasapun tak terlihat dimataku suatu kebahagiaan itu. Bahkan mereka selalu menyakiti dan mengecewakanku. Andai semua orang tahu betapa sakitnya hidupku di dunia ini.

Aku mencoba untuk selalu tegar, tersenyum dihadapan dunia yang menyakitiku. Entahlah, mungkin takkan ada puasnya mempermainkan hidupku yang malang ini. Semua orang sulit untuk ku percaya, selalunya membuat kecewa. Apakah aku harus rapuh seperti ini dan menyalahkan takdir atas kekejaman dunia terhadapku. Ataukah aku berpasrah diri dengan hatiyang terluka.

Aungan sepi kian menghujam hati dan ragaku pasrah dalam sakit yang amat perih, murka pada takdir atau jalan hidupku yang memang kelam. Rasa rindu dan sakit tak lagi dapat ku bedakan seperti pohon yang kering di pinggir jurang seakan aku ingin bersembunyi di dalam bumi, lalu diam dalam gelap.

Senin, 13 April 2015

KERINDUAN




Rinduku,
Bagaikan arus gelombang
Yang berkejaran di lautan
Deburan ombak menerjang batu karang
Rinduku tak kunjung usai

Rindu...
Menciptakan keributan
Dan mencabari kewarasan
Menenggelamkan segala rasa
Dalam dinding kalbu




Walau kita terpisah jauh
Antara samudra dan lautan
Membentang luas jarak antara kita
Samudra, laut, pantai, serta gunung dan bukit yang menjulang tinggi
Mereka bercerita tentang kita
Menitipkan rindu pada nyanyian burung
Dan bersikik pada angin malam
Selamat malam kasih...



CINTA KITA




Seperti aku dan dirimu
Yang terhalang gunung dan bukit
Terpisah oleh lautan dan pantai
Cinta kita tetap menyatu
Dalam hati kita

Kau yang disebrang sana
Menanti waktu itu kan tiba
Ketika aku di sini mengharap pertemuan denganmu

Aku yang di sini tak lelah ku lewati waktu demi waktu
Menggapai mimpi bersamamu
Ini cinta kita,
Ini kisah kita,
Mengarungi samudra kehidupan dalam cinta

Lewat angin ku titipkan rinduku
Lewat hembusan bayu ku sapa dingin pagimu
Lewat gemerlapnya bintang
Ku sampaikan isi hatiku
Mencintaimu dari jauh
Mengajarkanku tentang arti kesabaran dalam penantian

Selasa, 07 April 2015

CINTA DAN BENCIKU PADAMU





Kau yang mudah membuatku jatuh cinta bahkan cintaku tak terbatas waktu, tapi kau juga mudah membuatku benci, bahkan benci sebenci bencinya. Aku yang tak bisa mengendalikan perasaanku, untuk mencintaimu dan bencikanmu. Waktu yang akan
menjawab tentang cinta dan benciku padamu. Jika aku sedang cinta, maka seluruh cintaku aku serah untukmu seorang, bahkan apapun yang kamu mau aku berikan segalanya. Tapi jika kau membuatku marah lalu benci, maka aku tak henti-hentinya mengucap sumpah serapah untukmu.


Aku tak akan pernah rela kau berpaling dariku bersama wanita lain. Entahlah cinta macam apa yang ku miliki, mencintaimu namun juga membenci dirimu. Aku masih tetap bertahan walau sakit yang kurasakan, dalam sekejam kau buat damai hatiku, tapi sesaat kemudian kau hancurkan lagi hatiku, terkadang aku selalu berfikir siapa aku di hatimu, aku merasa bukan aku yang kau cinta, namun ada wanita lain yang kau cintai, dan aku merasa cintamu itu bukan kau beri untukku. Entahlah! Aku sudah cukup lelah dengan semua ini, aku ingin mengakhiri semuanya tapi aku tak mampu untuk melupakanmu walau sedetik saja.


Andainya hatiku bersuara, pastinya ia akan berkata, cukuplah sayang aku tidak berdaya mengarungi segala sengsaraku. Harus berapa kali aku terluka barulah ku sadari. Cintaku tidak layak untuk dirimu, mengapa masih aku setia disisimu, tidak ku mengerti, tidak ku fahami. Seperti insan biasa aku ingin bahagia mencintai dan dicintai tiada duanya, andai terlampau permintaanku ini, maafkanlah kasih.


cinta yang menjajah pikir dan raga, ingin diakhiri tapi…entahlah”
Mimpikah ini atau aku hanya berkhayal dalam angan aku termangu
Menutupi sendi sendi nadiku pikirku melayang tentangmu masih
Dan masih tak mampu terusik senandung kisah tentangmu.
Aku diam tertunduk bisu dalam lamunku, ingin kutangisi namun kering sudah laraku kosong sudah sukmaku,
Aku bertanya dalam sjuta kata aku jawab dengan hati kecilku, ini bukan nyata, ini khayal belaka tertumpah ruah, belenggu jiwa merusak sukma merajut jiwa. Ahhh…. Aku kesal akan sedihku aku marah akan pikirku.
Mengapa…….???
Harus tetap ada dirimu.
Harus terus bayangmu hantuiku
Pergi…
Ingin kususir smua tentangmu
Namun…
Tak mampu jua sesaat kau berlalu
Tak jua kau beranjak pergi
Dari hati dan pikirku
Yang tlah terjajah karma senyummu

Minggu, 15 Maret 2015

KETIKA AKU BERFIKIR



Ku rasa aku harus berfikir seribu kali lagi untuk menentukan siapa pilihan hatiku, yang pantas mendampingi perjalan hidupku. Dia yang tak bisa berubah memperlakukan aku sesuka hatinya, sikapnya yang egois membuatku tak bisa bertahan bersamanya, hanya kekecewaan yang ku dapat, sakit yang kurasa, mungkin aku harus memilih pilihan yang lain, bukan bersamanya.

Wanita mana yang tak inginkan pasangan yang penyayang, perhatian, bahkan yang romantis, tipe yang ku ingini tidak ada dalam dirinya, yang ku dapat dari dirinya hanya sikap dan sifatnya yang aku benci.

Ku coba tuk selalu bertahan, walau sakit yang ku rasa, tapi apakah kau pernah menghargai perasaan dan mengerti aku, kau tak pernah tau rasa sakit yang ku rasa karena sikapmu, egomu. Ketika aku memberitahumu saja barulah kau mau pedulikanku, tapi itu hanya sesaat. Dan kembali kau buat aku kecewa.

Cinta ini kini telah menjadi benci, dendam, bahkan muak. Apa yang aku lakukan selama ini tak pernah dianggap olehmu. Aku kau jadikan bonekamu yang sesuka hati kau permainkan, tak pernah sedikitpun kau pikirkan perasaanku.

Dimana dirimu ketika aku merindukanmu, kau abaikan rasa rinduku hingga menjadi rindu yang tak bertepi, aku menjerit menangis pilu, tak kau dengar, tak kau rasa seoalah kau tak tau apa-apa.

Sedikitpun kau tak pernah peduli padaku, kau selalu beralasan sibuk dengan pekerjaanmu, bagaimana kau dapat membimbingku jika kau selalu sibuk dengan duniamu sendiri. Kau menyeretku masuk dalam duniamu, tapi kau abaikan aku, membiarkanku sendiri terlontang lantung dalam duniamu tanpa kau menggenggam erat tanganku, tanpa kau menunjukan jalan padaku. Aku tersesat di duniamu itu.

Samapai menangis darahpun kau takkan pernah sadar, karena kau tak pernah mempedulikanku. Dimana rasa cintamu dan tanggung jawabmu. Kau biarkan aku kesakitan dalam tusukan belatimu. Kau robek-robek hatiku, menghancurkannya hingga tak lagi ku rasa sakitnya.

Samapai hati dirimu melukai aku dengan caramu. Kini rasa cinta untukmu telah berubah menjadi benci sebenci bencinya. Dan kini aku berfikir, aku harus pergi dari duniamu yang selalu menyiksaku, biarkan aku mencari jalan hidupku sendiri, menemukan seseorang yang sanggup membimbingku lahir dan batin.

Taipei, 15-03-2015

Senin, 09 Maret 2015

DALAM KERETA




#DALAM_KERETA

Tuk kesekian kali dalam kereta
Di sudut jendela ku memandang
Melihat suasana di luar jendela
Dalam kereta
Terdengar suara gemuruh yang melintas

Aku kembali teringat perjalanan kita yang singkat bukan karena jarak yang dekat
Tapi jarak terlipat oleh keasikan kita
Disepanjang jalan

Tidak seperti biasa, kita begitu menjadi kanak-kanak
Bahkan kadang-kadang norak
Tak terganggu stasiun berteriak-teriak
Dan suara kereta yang bergerak-gerak
Bukannya aneh kita menikmati kesendirian dalam keramaian

Stasiun demi stasiun terlewati tanpa kita sadari
Sampai tiba ditempat tujuan
Aku masih bersembunyi disebalik jendela dalam kereta

ADALAH AKU





Adalah aku, ketika semua orang hayut dalam arus dunia. Yang menciptakan keributan disetiap tempat. Dan aku hanya menyaksikan.

Adalah aku, ketika mereka berbicara tentang dunia, terombang ambing arus gelombang yang menerjang kesejahteran, dan aku hanya menjadi pendengar.

Adalah aku, ketika mereka berkejar-kejaran dalam dunia, berebut kekuasaan tanpa keadilan, berserakan bagai sampah di lautan, dan aku hanya bisa melihat kerusakannya.

Dan adalah aku, ketika kejahatan merajalela, bagai manusia tak berhati, membunuh tanpa pandang bulu, siapa kuat dia hebat, dan aku hanya bisa menyaksikannya.

NEGERI PARA PENGHIANAT 7

Bab 7: Harap yang Menyala, Bukan Sekadar Cahaya Negeri ini telah berkali-kali disakiti oleh penguasanya sendiri. Diperas oleh tangan-tang...