Senin, 09 Oktober 2017

Quotes




Laki-laki mampu menaklukan hati wanita yang Ia cintai, tetapi tidak bagi wanita. So, wanita lebih memilih hidup dengan laki-laki yang mencintainya dibanding harus hidup bersama orang yang Ia cintai.

Iya, karena hati wanita mudah luluh dan rapuh dibanding hati seorang laki-laki yang kuat dan kokoh. Begitupun dengan cintanya laki-laki yang lebih kuat dibanding cintanya seorang wanita yang lemah.

Bagi wanita sangat sulit untuk menaklukkan hati laki-laki yang mencintai wanita lain, tetapi bagi laki-laki itu adalah sebuah kemudahan, karena dengan sifat hati wanita yang mudah luluh. Sehingga dengan mudah bagi laki-laki untuk menaklukkan hati wanita yang mencintai orang lain. Sehingga wanita tersebut jatuh dalam pelukannya.

Lain halnya dengan wanita, jika dipaksakan untuk merebut hati laki-laki yang mencintai wanita lain, justru hanya akan melukai hatinya sendiri. Terkecuali si lelaki mudah tergoyahkan hatinya.

Ketika laki-laki hilang cintanya, maka jangan berharap ia akan kembali. karena ketika Ia telah menemukan cinta yang baru, maka dalam hitungan detik cinta lamanyapun telah terlupakan.



#CellyTomokianz_Quote

Sabtu, 23 September 2017

Tentang Musim

#Tentang_Musim

Musim dinginku sudah tidak ada lagi
Yang ketemui kini hanya musim kemarau dan musim penghujan

Musim semiku sudah tidak ku temui lagi
Hanya rintik hujan yang mengindahkan pandangan mataku

Musim gugurku tidak akan tiba lagi
Karena hanya terik mentari yang selalu mencerahkan hariku.....

Selamat tinggal musim musimku yang dulu selalu ku jumpai disetiap tahunnya.....

Minggu, 13 November 2016

HATI INI TELAH DILUKAI

Tak lagi ku kan kembali pada cinta yang telah melukai hati
Tak lagi mengulangi kesalahan untuk ke sekian kali
Tak lagi terjerumus kedalam lubang yang sama
Yang telah terjadi biarlah terjadi
Aku telah pergi meninggalkan luka dihatiku

Minggu, 13 Maret 2016

Quotes_Hujan





‪#‎Masih_Tentang_Hujan‬

‪#‎Hujan‬ adalah kegembiraan yang turun dari langit,
Butirannya adalah penyejuk bagi bumi
Tiap tetesannya adalah perhiasan
Hujan merupakan airmata syurga dari langit,
Dan rintikannya adalah pundi-pundi do'a.



‪#‎Apakah‬ tetes air mata masih bermakna jika diteteskan dibawah rintik air hujan
Tiap tetesannya adalah candu rindu,
Lalu apakah rindu masih bermakna jika diucapkan di bawah derasnya air hujan.




# Menangislah saat hujan turun,
Karena disaat itulah tak ada orang tahu kalau kau sedang meneteskan airmatamu bersama tetesan air hujan.






‪#‎Hujan‬ adalah penghidupan,
Diantara butiran air langit,
Menetes deras membawa rindu
Bersama rintikan hujan
Yang jatuh menghujam bumi
Menebarkan pesona disetiap tetesannya.



‪#‎Hujan‬ itu pundi-pundi rizki
Setiap butirannya adalah anugereh,
Hujan itu pundi-pundi airmata,
Baginya yang terjerat dalam kesedihan.
Dan hujan itu pundi-pundi doa,
Tatkala air itu jatuh dari langit,
Dan mengucap doa
Allahumma Shoyyiban Nafi'an.




Hujan adalah airmata rindu,
Tiap rintikannya membawa segumpal perasaan,
Di sini hujan, dihatiku.
Meskipun matahari bersinar dengan riang.


@CellyTomokianzQuotes

Sabtu, 21 November 2015

SAJAK TERIMA KASIH







Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan

Terima kasih telah meninggalkanku
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan

Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain

Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia

Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu

Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan

Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama


Jumat, 11 September 2015

KAU YANG TAK PERNAH PEDULI





kau yang tak pernah fikirkan tentangku
kau yang tak pernah menyapaku
apalagi untuk membaca tulisankupun tak pernah

Namun aku masih berdiri disini
masih tetap fikirkan tentangmu
menyapa disetiap waktuku
menuliskan kata untukmu
bahkan bercerita tentangmu

walau... kau tak pernah tau
dan aku tak pernah lelah
untuk selalu menulis dan bercerita tentangmu,,,

karna aku masih tetap disini
bercerita tentang dirimu

Kamis, 27 Agustus 2015

KETIKA




Ketika berpijak di tanah-Mu, kurasakan sentuhan lembut kasih sayang bumi yang menyelimuti langkahku. Mengiringi pijakan yang tak kenal lelah, selalu ada jalan terang di sudut yang gelap, cahaya kasih-Mu, yang menerangi hidupku.

Ketika aku terlelap dalam tidur panjangku, Kau hiasi aku dengan mimpi-mimpi yang indah, menyelimuti dingin malamku dan Kau utus para malaikat untuk menjagaku saatku terlelap dalam tidur.

Ketika otakku dipenuhi oleh masalah, terasa rapuh jiwaku tak berdaya, kakiku berasa kaku untuk melangkah, alam pikiranku gelap gulita, mencoba untuk berdiri walau hanya dengan satu kaki, hingga beban dalam hati tertutupi, dan ku temukan sebuah harapan dalam hidupku.

Ketika ku tak sanggup lagi untuk melangkah, hilang segala arah dan tujuan, segalanya suram bagai malam yang kelam, sejuta harapan itu hancur bagai debu yang tertiup angin, menjadikannya sebutir harapan yang hilang, diterjang badai kehancuran.





Ketika amarah merasuk dalam jiwa, dan menjadikannya api yang membakar seluruh jiwa raga hangus menjadi asap yang berterbangan menjadikannya awan hitam yang tak bermakna.

Ketika dalam diriku sungguh teraturnya tanpa ku sadari dialiran darahku, cinta, kasih dan rindu-Mu mengalir keseluruh jiwa ragaku yang tak mampu ku mengapainya.

Dan ketika aku bertanya dalam diri, tak cukupkah bukti yang nyata, butakah hati dan mataku menyaksikan semua yang Kau beri untukku. Begitu luas kasih sayang-Mu yang Kau limpahkan, tidakkah aku merasa bersyukur atas segalanya?

Ketika aku dekat dengan-Mu, barulah ku sadari setelah ku mengerti dan kurasakan betapa indah cahaya kasih-Mu, kini ku tahu rasanya menemukan damai di hati, betapa indahnya mengabdi pada-Mu, kasih-Mu lepaskan belenggu.



Sabtu, 22 Agustus 2015

JALANKU MASIH PANJANG




Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati...

Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu2 saja,
Mencoret2 buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali

Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru
Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang....


Jumat, 21 Agustus 2015

RINDU KATA SAYANG



Merindukan sebuah kasih sayang yang dulu pernah tercurahkan, aku hanya ingin kebahagiaan dalam hidupku. Aku ingin dicintai seperti mereka yang mencintai dan dicintai. Apa aku tak pantas untuk mendapat kebahagiaan seperti orang-orang mendapatkan dan merasakan, apakah ini takdirku harus menjalani hidup tanpa dicintai dan disayangi.

Jika aku dapat memilih, aku tak ingin hadir di dunia ini, sudah cukup rasa sakit yang ku rasa. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir. Aku rindu kata sayang yang setiap kali terdengar ditelingaku, kini yang ku dengar hanya caci dan makian yang terlontar padaku.

Tuhan! Andai Kau sudi, kirimkan aku penjaga hatiku yang senantiasa ikhlas denganku. Membimbingku dengan kelembutan, kasih sayang yang ikhlas untukku. Selama ini aku hanya mencintai tanpa dicintai.

Senin, 03 Agustus 2015

AKU BUKANLAH SIAPA-SIAPA




Kuterdiam,
Kupejamkan mata,
Kuingin sembunyi darimu,
Tak tahan kumelihat…

Tertahan semuanya di hati,
Kuingin kau selalu ada disampingku,
Menemaniku dengan tawamu,
Mengisi hidupku dengan senyummu,
Menerangi hidupku dengan kehadiran,
Memendam pahit hidup yang silih berganti….

Kau menyilaukanku dengan cahayamu,
Ingin kugerakkan tubuh yang terlumpuhkan olehmu.
Namun,
Apa daya
Aku bukanlah apa-apa,
Aku hanyalah setitik embun dingin di malam yang singkat,-
Dan kau merubahku dengan kehangatanmu…

Tapi apa yang kupunya,
Aku hanya embun yang berpindah dari ufuk timur ke barat,
Aku ini lemah hanya ikut angin bertiup…
Tapi kau menarik semuanya’
Ingat kesekian pengagummu?.?
yang selalu ada di sekelilingmu dan perlahan-lahan mendekatimu?,?
Aku hanya bisa diam.,.,




Kenapa ku begini?
Kenapa hidupku begini?
Kenapa aku harus denganmu yang sudah jelas aku tak bisa?
Memendam rasa ini hanya membuatku menderita,
Mungkin kau tahu,
Mungkin juga tidak!
Namun hanya satu yang pasti,
Aku tak pantas untukmu,
Kau terlalu sempurna untukku…

Lepaskan aku dari belenggumu,
Apapun caranya,
Kalau perlu tusuk saja aku dengan pisau…
Kalau ini satu-satunya cara untuk membuktikannya.
Aku takut aku hanya membuat cahaya mu meredup bila kau bersama ku…
Walaupun aku sendiri bingung apa yang ada di hatimu,
Terkadang kau membuatku merasa untuk maju,
Tapi terkadang kau seperti mengusirku…
Sekarang apa yang kau inginkan dariku…
Walau berarti menghancurkan hidupku sendiri.

Selasa, 14 Juli 2015

DUSTA YANG NYATA




Telah aku menduga, dia tak pernah mencintaiku. Kenyataan ini menghujam seluruh jiwa ragaku. Memusnahkan segala rasaku. Sepertinya aku telah mati.
Dusta yang nyata yang ku terima dari perjalanan cintaku, aku terjatuh dalam kelemasan. Namun inilah jalan yang kupilih yang tanpa harus aku sesali, kini yang kudapatkan kenyataan pahit yang menyakitkan, dirimu tak seperti yang ku kira, engkau seorang pendusta.

Hatiku diambang jurang kehancuran, menahan perih sesakkan dadaku. Suram, hilang semangat hidupku, menjadi kelabu, aku berjalan dengan satu kaki, dan aku terus terjatuh, menyusuri lorong yang gelap tanpa cahaya.
Hatiku terluka, hasrat jiwaku telah mati, lalu apa yang harus aku pertahankan.

Hidup dalam kesakitan, dalam kekejaman manusia pendusta. Hatiku tercabik-cabik, seluruh nafasku hendak berhenti. Detak jantungku tak lagi dapat aku rasakan. Tiada kedamaian dalam hati, tiada sang penyejuk jiwa dalam kalbu. Gersang, tandus, dan kekeringan, walau setiap detik hujan membasahi, tetap ianya selalu tandus.

NEGERI PARA PENGHIANAT 7

Bab 7: Harap yang Menyala, Bukan Sekadar Cahaya Negeri ini telah berkali-kali disakiti oleh penguasanya sendiri. Diperas oleh tangan-tang...