Sabtu, 21 November 2015

SAJAK TERIMA KASIH







Terima kasih telah memalingkan wajahmu
Karena, setiap kali aku mengingatnya
Aku belajar akan selalu peduli kepada siapapun
Karena sakit sekali tidak dipedulikan

Terima kasih telah meninggalkanku
Karena, setiap kali aku mengenangnya
Aku belajar akan selalu setia
Karena sakit sekali telah ditinggalkan

Terima kasih telah menolakku
Karena, tentu saja itu hak setiap orang, menerima atau menolak
Tapi aku belajar akan selalu berusaha memahami
Meski sekeras apapun aku ingin menolak orang lain

Terima kasih telah menghinaku
Karena, setiap masa hinaan itu terngiang
Aku belajar akan selalu menghargai dan menghormati
Karena demikianlah sifat mulia manusia

Terima kasih telah menuduhku
Karena, tuduhan yang palsu hanya akan menguatkanku
Juga tuduhan yang benar membuatku memperbaiki diri
Tiada rugi mendengarkan tuduhan itu

Terima kasih telah melupakanku
Karena, semakin dilupakan, sesuatu akan semakin diingat
Aku tidak akan menghabiskan waktu dalam kesedihan
Apalagi balas turut melupakan

Terakhir,
Terima kasih telah menyakitiku
Karena, rasa sakit akan membuatku lebih kuat
Bersabar atas setiap detik sakit tersebut
Untuk besok lusa, menjadi kebal atas racun yang sama


Jumat, 11 September 2015

KAU YANG TAK PERNAH PEDULI





kau yang tak pernah fikirkan tentangku
kau yang tak pernah menyapaku
apalagi untuk membaca tulisankupun tak pernah

Namun aku masih berdiri disini
masih tetap fikirkan tentangmu
menyapa disetiap waktuku
menuliskan kata untukmu
bahkan bercerita tentangmu

walau... kau tak pernah tau
dan aku tak pernah lelah
untuk selalu menulis dan bercerita tentangmu,,,

karna aku masih tetap disini
bercerita tentang dirimu

Kamis, 27 Agustus 2015

KETIKA




Ketika berpijak di tanah-Mu, kurasakan sentuhan lembut kasih sayang bumi yang menyelimuti langkahku. Mengiringi pijakan yang tak kenal lelah, selalu ada jalan terang di sudut yang gelap, cahaya kasih-Mu, yang menerangi hidupku.

Ketika aku terlelap dalam tidur panjangku, Kau hiasi aku dengan mimpi-mimpi yang indah, menyelimuti dingin malamku dan Kau utus para malaikat untuk menjagaku saatku terlelap dalam tidur.

Ketika otakku dipenuhi oleh masalah, terasa rapuh jiwaku tak berdaya, kakiku berasa kaku untuk melangkah, alam pikiranku gelap gulita, mencoba untuk berdiri walau hanya dengan satu kaki, hingga beban dalam hati tertutupi, dan ku temukan sebuah harapan dalam hidupku.

Ketika ku tak sanggup lagi untuk melangkah, hilang segala arah dan tujuan, segalanya suram bagai malam yang kelam, sejuta harapan itu hancur bagai debu yang tertiup angin, menjadikannya sebutir harapan yang hilang, diterjang badai kehancuran.





Ketika amarah merasuk dalam jiwa, dan menjadikannya api yang membakar seluruh jiwa raga hangus menjadi asap yang berterbangan menjadikannya awan hitam yang tak bermakna.

Ketika dalam diriku sungguh teraturnya tanpa ku sadari dialiran darahku, cinta, kasih dan rindu-Mu mengalir keseluruh jiwa ragaku yang tak mampu ku mengapainya.

Dan ketika aku bertanya dalam diri, tak cukupkah bukti yang nyata, butakah hati dan mataku menyaksikan semua yang Kau beri untukku. Begitu luas kasih sayang-Mu yang Kau limpahkan, tidakkah aku merasa bersyukur atas segalanya?

Ketika aku dekat dengan-Mu, barulah ku sadari setelah ku mengerti dan kurasakan betapa indah cahaya kasih-Mu, kini ku tahu rasanya menemukan damai di hati, betapa indahnya mengabdi pada-Mu, kasih-Mu lepaskan belenggu.



Sabtu, 22 Agustus 2015

JALANKU MASIH PANJANG




Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati...

Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu2 saja,
Mencoret2 buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali

Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru
Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang....


Jumat, 21 Agustus 2015

RINDU KATA SAYANG



Merindukan sebuah kasih sayang yang dulu pernah tercurahkan, aku hanya ingin kebahagiaan dalam hidupku. Aku ingin dicintai seperti mereka yang mencintai dan dicintai. Apa aku tak pantas untuk mendapat kebahagiaan seperti orang-orang mendapatkan dan merasakan, apakah ini takdirku harus menjalani hidup tanpa dicintai dan disayangi.

Jika aku dapat memilih, aku tak ingin hadir di dunia ini, sudah cukup rasa sakit yang ku rasa. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir. Aku rindu kata sayang yang setiap kali terdengar ditelingaku, kini yang ku dengar hanya caci dan makian yang terlontar padaku.

Tuhan! Andai Kau sudi, kirimkan aku penjaga hatiku yang senantiasa ikhlas denganku. Membimbingku dengan kelembutan, kasih sayang yang ikhlas untukku. Selama ini aku hanya mencintai tanpa dicintai.

Senin, 03 Agustus 2015

AKU BUKANLAH SIAPA-SIAPA




Kuterdiam,
Kupejamkan mata,
Kuingin sembunyi darimu,
Tak tahan kumelihat…

Tertahan semuanya di hati,
Kuingin kau selalu ada disampingku,
Menemaniku dengan tawamu,
Mengisi hidupku dengan senyummu,
Menerangi hidupku dengan kehadiran,
Memendam pahit hidup yang silih berganti….

Kau menyilaukanku dengan cahayamu,
Ingin kugerakkan tubuh yang terlumpuhkan olehmu.
Namun,
Apa daya
Aku bukanlah apa-apa,
Aku hanyalah setitik embun dingin di malam yang singkat,-
Dan kau merubahku dengan kehangatanmu…

Tapi apa yang kupunya,
Aku hanya embun yang berpindah dari ufuk timur ke barat,
Aku ini lemah hanya ikut angin bertiup…
Tapi kau menarik semuanya’
Ingat kesekian pengagummu?.?
yang selalu ada di sekelilingmu dan perlahan-lahan mendekatimu?,?
Aku hanya bisa diam.,.,




Kenapa ku begini?
Kenapa hidupku begini?
Kenapa aku harus denganmu yang sudah jelas aku tak bisa?
Memendam rasa ini hanya membuatku menderita,
Mungkin kau tahu,
Mungkin juga tidak!
Namun hanya satu yang pasti,
Aku tak pantas untukmu,
Kau terlalu sempurna untukku…

Lepaskan aku dari belenggumu,
Apapun caranya,
Kalau perlu tusuk saja aku dengan pisau…
Kalau ini satu-satunya cara untuk membuktikannya.
Aku takut aku hanya membuat cahaya mu meredup bila kau bersama ku…
Walaupun aku sendiri bingung apa yang ada di hatimu,
Terkadang kau membuatku merasa untuk maju,
Tapi terkadang kau seperti mengusirku…
Sekarang apa yang kau inginkan dariku…
Walau berarti menghancurkan hidupku sendiri.

Selasa, 14 Juli 2015

DUSTA YANG NYATA




Telah aku menduga, dia tak pernah mencintaiku. Kenyataan ini menghujam seluruh jiwa ragaku. Memusnahkan segala rasaku. Sepertinya aku telah mati.
Dusta yang nyata yang ku terima dari perjalanan cintaku, aku terjatuh dalam kelemasan. Namun inilah jalan yang kupilih yang tanpa harus aku sesali, kini yang kudapatkan kenyataan pahit yang menyakitkan, dirimu tak seperti yang ku kira, engkau seorang pendusta.

Hatiku diambang jurang kehancuran, menahan perih sesakkan dadaku. Suram, hilang semangat hidupku, menjadi kelabu, aku berjalan dengan satu kaki, dan aku terus terjatuh, menyusuri lorong yang gelap tanpa cahaya.
Hatiku terluka, hasrat jiwaku telah mati, lalu apa yang harus aku pertahankan.

Hidup dalam kesakitan, dalam kekejaman manusia pendusta. Hatiku tercabik-cabik, seluruh nafasku hendak berhenti. Detak jantungku tak lagi dapat aku rasakan. Tiada kedamaian dalam hati, tiada sang penyejuk jiwa dalam kalbu. Gersang, tandus, dan kekeringan, walau setiap detik hujan membasahi, tetap ianya selalu tandus.

Kamis, 07 Mei 2015

KECEWA ITU ADA

Mungkin tak'kan ada orang yang tau tentang semua isi hatiku, rasa kecewa itu ada, tapi mereka tak akan pernah tau rasa kecewaku. Seharusnya hari yang bahagia untukku, tapi entahlah ku rasa itu bukan. Mungkin hampir semua orang itu adalah moment yang paling indah, yang paling spesial, yang setiap orang pasti merasakan moment itu, tapi untukku, mereka beri kekecewaan padaku. Lalu kepada siapa aku mengadukan tentang segala rasaku. Entahlah.

Acara yang ku nanti-nantikan dalam hidupku tak seperti yang ku ingini, entahlah. Mungkin aku tak pantas untuk mendapatkan semua itu. Yah aku ga papa. Biarkan semua rasa ku simpan sendiri. Cukup hatiku yang merasakan.

Yah sudah ku bilang aku ga papa. Akan ku hadapi semua ini dengan senyuman, senyuman kekecewaan.

Jumat, 17 April 2015

DUNIA MENYAKITIKU





Tiap tetesan airmataku itulah rasa bahagia dan sakitku, entahlah bahagia hadir hanya sesaat lalu pergi lagi. Aku juga sama ingin seperti mereka yang bisa merasakan kebahagiaan, ataukah bahagia hanya milik mereka, sedang aku tak dapat merasakan kebahagiaan seperti mereka. Terlalu sakit kisah hidupku, dunia telah menyakitiku, sekali kebahagiaan itu menghampiriku, namun berakhir dengan kekecewaan.


Hadirku di dunia ini tak diharapkan, sakit aku menjalani semua ini. Entahlah mungkin aku terlahir untuk selalu menangis. Sedari kecil hidupku tak ada kebahagiaan yang sempurna, hingga beranjak dewasapun tak terlihat dimataku suatu kebahagiaan itu. Bahkan mereka selalu menyakiti dan mengecewakanku. Andai semua orang tahu betapa sakitnya hidupku di dunia ini.

Aku mencoba untuk selalu tegar, tersenyum dihadapan dunia yang menyakitiku. Entahlah, mungkin takkan ada puasnya mempermainkan hidupku yang malang ini. Semua orang sulit untuk ku percaya, selalunya membuat kecewa. Apakah aku harus rapuh seperti ini dan menyalahkan takdir atas kekejaman dunia terhadapku. Ataukah aku berpasrah diri dengan hatiyang terluka.

Aungan sepi kian menghujam hati dan ragaku pasrah dalam sakit yang amat perih, murka pada takdir atau jalan hidupku yang memang kelam. Rasa rindu dan sakit tak lagi dapat ku bedakan seperti pohon yang kering di pinggir jurang seakan aku ingin bersembunyi di dalam bumi, lalu diam dalam gelap.

Senin, 13 April 2015

KERINDUAN




Rinduku,
Bagaikan arus gelombang
Yang berkejaran di lautan
Deburan ombak menerjang batu karang
Rinduku tak kunjung usai

Rindu...
Menciptakan keributan
Dan mencabari kewarasan
Menenggelamkan segala rasa
Dalam dinding kalbu




Walau kita terpisah jauh
Antara samudra dan lautan
Membentang luas jarak antara kita
Samudra, laut, pantai, serta gunung dan bukit yang menjulang tinggi
Mereka bercerita tentang kita
Menitipkan rindu pada nyanyian burung
Dan bersikik pada angin malam
Selamat malam kasih...



CINTA KITA




Seperti aku dan dirimu
Yang terhalang gunung dan bukit
Terpisah oleh lautan dan pantai
Cinta kita tetap menyatu
Dalam hati kita

Kau yang disebrang sana
Menanti waktu itu kan tiba
Ketika aku di sini mengharap pertemuan denganmu

Aku yang di sini tak lelah ku lewati waktu demi waktu
Menggapai mimpi bersamamu
Ini cinta kita,
Ini kisah kita,
Mengarungi samudra kehidupan dalam cinta

Lewat angin ku titipkan rinduku
Lewat hembusan bayu ku sapa dingin pagimu
Lewat gemerlapnya bintang
Ku sampaikan isi hatiku
Mencintaimu dari jauh
Mengajarkanku tentang arti kesabaran dalam penantian

NEGERI PARA PENGHIANAT 7

Bab 7: Harap yang Menyala, Bukan Sekadar Cahaya Negeri ini telah berkali-kali disakiti oleh penguasanya sendiri. Diperas oleh tangan-tang...