Dulu kau hadir membawakan sejuta haarapan
Menghapuskan setiap tetes airmataku
Aku sllu mendengarkan setiap katamu
Aku tinggalkan duniaku
Memilih untuk mengikuti duniamu
Namun yg terjadi justru aku kehilangan arah
Kau biarkan aku tersesat dlm duniamu
Aku kira kau akan menununku
Dan menunjukkan jln duniamu
Tapi justru kau biarkan aku tersesat
Tanpa pasti arah
Sedang kau sibuk dgn duniamu sendiri
Dan kau abaikan aku sendiri
Aku harus bagaimana....
Aku terlanjur mencintaimu
Terlanjur ku ikuti jalanmu
Kenapa cinta ini jd begini
Haruskah airmata itu kembali menemaniku lg
Kemana cintamu kau bawa
Perlahan kau lepaskan genggaman tanganmu
Menghilang..... Jauh ......
Aku yg tak tau kmn arah hendak ku tuju
Harapan itu kian hilang
Kian jauh pergi......
Memang benar kata pujangga
Purnama indah usah dipuja
Kelak jiwa akan terdiksa meratap iba...
Kau dimana saat hatiku rindu
Kau dimn saat hayiku pilu
Kau kmn melabuhkan hati
Rindu dan sllu rindu hidupku.......
Yang kubutuhkan hanya kehadiranmu
Tuk temani hari hariku
Janganlah kau membuat luka dihatiku
Karna aku tak berdaya.........
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
NEGERI PARA PENGHIANAT 7
Bab 7: Harap yang Menyala, Bukan Sekadar Cahaya Negeri ini telah berkali-kali disakiti oleh penguasanya sendiri. Diperas oleh tangan-tang...
-
Edisi: Cahaya Gemilang Penulis: Celly Tomokianz Bab 1 – Pertemuan Tak Terduga Pertemuan kembali antara dua insan yang telah lama terpisah...
-
Aku dan Dia: Setelah Semua Berlalu Karya: Celly Tomokianz Pov: Bintang Waktu berjalan… dan seperti janji semesta, tak ada yang abadi. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar